| Sayangilah Kaos Oblong Anda |
| Oblong |
| Wednesday, 27 May 2009 10:01 |
|
Sebagus apapun suatu barang, sekalipun terbuat dari bahan kualitas wahid, kalo dirawat dengan gak bener, tetep aja akan cepet rusak. Ya...emang sih, kalo dibandingin dengan barang yang bahannya jelek, akan relatif lebih awet. Tapi gimanapun juga, faktor perawatan berbanding lurus dengan usia sebuah barang. Contohnya banyak, gak usah disebutin satu-satu... Nah, gimana dengan kaos oblong? Sama juga, hukum alam itu tetep berlaku. Apalagi bagi mereka yang mengaku pecinta oblong, biasanya punya kaos favorit yang selalu jadi andalan, sering dipake. Karena sering dipake itulah, kalo dirawat gak bener, oblong itu cepet koit. Keindahannya cepet sirna. Di bawah ini ada sedikit tips ngerawat oblong, boleh percaya boleh enggak, boleh diikuti boleh enggak. Pertama, pencucian dan embel-embelnya. Ritual pencucian sebaiknya manual, dengan tangan. Jangan pake mesin cuci biar kaos enggak melar dan abstrak. Sebaiknya, sebelum direndem oblong dipisah berdasarkan kategori warna kaos dan tingkat kekotoran. Warna-warna muda dipisah dengan warna-warna kuat/tua. Kalo kotor banget, disendirikan. Direndam dengan tempo secukupnya. Kaos anyar, jangan lebih dari 30 menit. Kaos lawas, jangan lebih dari sejam. Suhu air juga jangan terlalu dingin/panas. Amannya, sesuai dengan suhu ruangan (catatan: beberapa bahan memiliki petunjuk tersendiri dalam hal suhu air). Trus, kasih deterjen jangan banyak-banyak. Selain bikin sablon cepet rusak, irit deterjen, juga biar sedikit ramah dengan lingkungan. Hindari penyikatan pada bahan cotton 100%, kain tipe ini sangat lembut, bisa rusak kalo disikat. Juga jangan dikucek dan diperes terlalu kuat, bisa ngerusak pori-pori kaos dan mengoyak sablon. Oh iya, hindari mencuci kaos bersablon dengan pemutih/deterjen yang mengandung pemutih. Reaksi kimia pemutih dapat mengakibatkan sablon menjadi luntur/terkelupas. Kedua, penjemuran. Sinar matahari bisa bikin warna kaos (dan sablon) memudar. So, jemurlah kaos dengan terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di dalam. Hindari kontak langsung dengan matahari, alias jemur di tempat yang teduh. Usahakan jangan gantung kaos dengan hanger pada bagian leher kaos, biar gak cepet melar akibat nahan beban air. Ketiga, penggosokan (maksudnya penyetrikaan..). Pastikan menyetrika kaos dalam keadaan kering. Haram hukumnya menyetrika pada bagian sablon (do not iron on printed area!). Atur kondisi panas setrika pada posisi sedang (catatan: beberapa bahan memiliki petunjuk tersendiri dalam hal panas setrika). Lalu, simpanlah di tempat kering dan tidak lembab. Keempat, tambahan. Kalo kaos kesayangan tiba-tiba kena noda, segeralah cuci pada bagian ternoda. Pake shampoo/deterjen, oleskan pada bagian ternoda, gosok dengan halus, lalu bilas hingga bersih. Masih seputar noda, seringkali keringat di bawah ketiak membentuk noda pada area bawah lengan kaos. Olesi bagian dalam kaos yang bernoda dengan deterjen dan pemutih yang nonklorin. Kucek pake air hangat, lalu dikering-anginkan. Tapi kalo noda keringat udah menguning, mendingan beli kaos baru aja. :-) Repot ya? Emang begitu.. Kira-kira seperti itulah cara ngerawat kaos. Sayangilah kaos Anda, seperti Anda menyayangi... (isi sendiri, terserah.. hehe..). |









