|
Oblong
|
|
Monday, 08 June 2009 11:53 |
|
Secara sederhana sensor bisa diartikan sebagai pengawasan dan kontrol atas gagasan yang bersemi di tengah masyarakat. Biasanya sensor mengacu pada penyelidikan dan pengawasan ketat terhadap buku, majalah, naskah drama, film, siaran televisi, radio, berita, dan media komunikasi lainnya. Tujuannya adalah mengubah atau menghapus bagian-bagian yang diangap melanggar patokan tertentu, misalnya melanggar moral, mengancam keamanan nasional, dan lain-lain. |
|
+ Read more
|
|
Sayangilah Kaos Oblong Anda |
|
Oblong
|
|
Wednesday, 27 May 2009 10:01 |
Sebagus apapun suatu barang, sekalipun terbuat dari bahan kualitas wahid, kalo dirawat dengan gak bener, tetep aja akan cepet rusak. Ya...emang sih, kalo dibandingin dengan barang yang bahannya jelek, akan relatif lebih awet. Tapi gimanapun juga, faktor perawatan berbanding lurus dengan usia sebuah barang. Contohnya banyak, gak usah disebutin satu-satu...
|
|
+ Read more
|
|
Oblong
|
|
Wednesday, 27 May 2009 09:59 |
|
Saat ini, barang yang satu ini hampir pasti dimiliki oleh setiap orang. Barang yang satu ini bukan barang mewah. Barang yang satu ini juga tidak milah-milih, ingin dimiliki oleh siapa pun, dari kelas mana pun dan jenis kelamin seperti apapun. Tapi, sayang, keberadaannya sering gak dikehendaki di saat dan ruang tertentu. Dalam hal ini, dia sering disandingkan dengan saudara senasib sepenanggungannya, sendal jepit. Ya, barang—yang biasa kita sebut kaos oblong ini—entah kenapa seolah-olah seperti ‘makhluk jahat’, terbuang, terpinggirkan. |
|
+ Read more
|
|
Oblong
|
|
Wednesday, 27 May 2009 09:51 |
Entah siapa yang menemukannya, ditengarai t-shirt atau kaos oblong pertama kali dipopulerkan pada tahun 1947. Ketika itu kaos oblong berwarna abu-abu ‘tampil’ melekat pada tokoh Stanley Kowalsky yang diperankan oleh Marlon Brando dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. Sontak hal ini menyulut decak kagum penonton yang menilai kostum itu sangat cocok dengan karakter tokoh utama. Tapi, di lain pihak, ada juga penonton yang protes yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan dianggap pemberontakan. Maka, muncullah polemik seputar kaos oblong.
|
|
+ Read more
|
|
|
|
|